Menatap masa depan, memdiamkan masa lalu seolah tidak memiliki penghalang untuk melangkah maju. Mencoba berkomitmen dan mempertahankannya, bukanlah hal yang mudah dilewati dan dihadapi. Untuk saat ini yang bisa dilakukan hanyalah mulai menata kembali kebiasaan baik, kemudian meninggalkan kebiasaan buruk demi meraih keberhasilan. Mungkin perpisahan adalah kata sebelum ini terjadi, dimana aku berusaha bertahan di atas harapan tapi melupakan kenyataan. Seandainya aku bisa mengulang apa yang telah terjadi, mungkin lain cerita yang aku jalani dan lewati. Itulah yang dinamakan waktu tak akan pernah mundur akan selalu melangkah maju. Ketika masih terjebak seolah-olah kebahagiaan menghampiri, ternyata hanya ada keresahan yang diceritakan yang dituliskan dan tidak akan pernah selesai. Terlihat rangkaian cerita, kemarin masih berada di tengah cerita yang beralurkan sebuah kejenuhan. Sekarang cerita itu akan terus berlanjut entah apa yang terjadi di bab selanjutnya. Aku punya pesan untuk masa laluku dan aku harap pesan itu sampai pada tujuannya, membuatku merasa tenang akan hal itu. Untuk menjelaskan isi pesan yang aku sampaikan, ada bahasa lain yang aku berikan yaitu Bahasa Senja. Mungkin baru aku saja yang memahaminya dan aku tidak memiliki niat untuk membagi bahasa ini kepada orang lain, selain orang yang aku yakini paham dengan bahasa itu. Mungkin aku lebih lugas untuk tersenyum dan bebas berekspresi, tanpa halangan dan larangan selama itu masih batas wajar.
Aku sempat berhenti untuk bercerita di selembar kertas. Alasan begitu sederhana tidak begitu rumit tapi begitu fatal kalau dilanjutkan, yaitu aku tidak berani untuk lepas dari belenggu kebiasaan buruk dan kurang mencoba hal baru. Semuanya sudah terjadi, tidak ada yang perlu aku sesali apa yang sudah terjadi dan hanya menatap kedepan, meskipun hanya seberkas cahaya berada di kegelapan pekat dan sesak. Pernah membuat kecewa orang yang paling peduli dan tidak akan pernah meninggalkan, meskipun memiliki keburukan dan kenangan yang buruk. Sempat berpikir untuk kabur dan menenangkan diri di dekat jurang kenikmatan dunia. Seandainya sudah masuk ke dalam sana, diri sendiri bahkan orang lain tidak bisa membantu keluar dari jurang tersebut. Hebatnya Sang Pencipta selalu membuat resah ketika mulai menjauh dari tujuan diciptakan. Untuk kembali dan melakukan hal yang sama itu mudah, akan tetapi mencoba hal baru dan baik itu tantangan. Banyak pengalaman yang akan selalu menjadi pembelajaran, bukan menjadikan ahli menyelesaikan persoalan tapi bersikap dewasa dalam menyikap dan menyelesaikannya.
Sudah saatnya aku melangkah mewujudkan semua harapan dan membuktikan bahwa aku berada di jalan yang tepat. Langkah kecil pun sudah kumulai, meskipun tidak berjalan begitu lancar dan sempurna. Aku selalu bersyukur masih diberi kesempatan untuk berubah bukan menjadi lebih baik atau pun berbeda, tetapi menjadi diri sendiri yang memberikan dampak positif di lingkungan sekitar tanpa melanggar batasan yang telah ditentukan. Untuk Sang Mentari yang selalu menerangi indahnya dunia yang aku jalani, aku hanya berpesan tetaplah memberikan sinar dan menerangi kegelapan yang membuat orang lain terus berada di dalamnya. Aku harap aku menemuimu di saat malam akan datang, Biarlah senja dan mentari bertemu di ujung hari dan menjadikan kesan yang tak terlupakan. Setelah itu berpisah dan beertemu malam, aku harap ada pertemuan berikutnya entah kapan itu terjadi. Aku hanya ingin membuka lembaran baru dan menuliskan kisah yang sudah terjadi dan melanjutkannya dengan kisah penuh misteri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar