Setiap malam aku selalu merasakan pengalaman baru dan tantangan yang membuatku untuk berjuang untuk melawan rasa malas diri sendiri dan lingkungan sekitar. Akhirnya pada tahun kedua di Turki akhirnya aku bisa sekamar dengan orang turki, dan tentu mendapatkan pengalaman dan belajar menghargai orang yang sebelumnya tidak dikenal sama sekali. Memang aku sudah mulai dibiasakan dengan bangun lebih pagi karena untuk membiasakan diri berbuat kebaikan dan bermanfaat, tapi mungkin bunyi alarm yang aku atur menganggu tidur mereka yang terlelap dan aku juga mencoba untuk tetap terbangun dari bunyi alarm tersebut. Pada malam itu ketika aku baru kembali dari kota dan langsung pergi ke tempat makan dan mengambil bagianku untuk mencicipi makanan yang disediakan. Setelah makan aku pergi ke kamar untuk beristirahat dan melepas penat, ketika baru tiba di kamar hal yang selalu kubenci yaitu menanyakan koneks internet pada saat itu.
Ketika di tempat makan pun dia telah menyalakan laptopku tanpa bisa menghargai dan menunggu pemiliknya karena ingin merasakan internet yang aku sambungkan dengan koneksi di asrama. Ketika itu aku melihat dia sedang mencoba mengatur koneksi di laptopku dan aku merasa sebal karena meminta secara paksa. Padahal setiap malam koneksi internet melemah tidak seperti pagi hari dan ketika aku tidak ada jadwal untuk pergi belajar dan mahasiswa lain pergi belajar. Aku langsung mencoba mengatur sambungan tersebut butuh waktu yang cukup lama dan akhirnya tersambung dengan berusaha keras demi memuaskan teman sekamarku ini. Sebenarnya aku sendiri ketika kembali ke kamar agar bisa beristirahat lalu memejamkan mata karena aktivitas yang cukup melelahkan, tapi ketika ingin mencoba untuk melakukan hal itu suara dan aktivitas mereka tidak mendukung untuk beristirahat. Aku mencoba memainkan laptopku dan membuka youtube , lalu memang tujuannya untuk menghibur diri dari tekanan lingkungan sekitar. Tiba-tiba internet koneksi menjadi terbatas dan temanku yang satu ini mungkin sedang asyik menggunakan dan pergi ke arahku dan mengeluhkan koneksi tersebut dengan muka tanpa rasa malu dan merasa kalau itu miliknya. Dan dia mempermaslahkan masalah alarm yang aku atur kemudian aku mengganti pengaturan tersebeut karena bunyi alarmnya sangat sering berbunyi.
Aku mengalah untuk tidak bermain internet dan membiarkan dia sesuka hati menggunakannya. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu dan ketika itu mereka pergi keluar dan aku putuskan untuk pergi ke masjid untuk menghindari mereka dan aku simpan laptopku diatas lemari agar tidak terlihat dan berhenti menggunakannya. Setiba di masjid mendirikan sholat sunnah dua rakaat lalu tertidur dengan pulas, baru sebentar memejamkan mata memang ketika pergi menuju masjid alarm pada aktivitas api berbunyi dan satpam mengontrol ke kamar-kamar mahasiswa. Dan sialnya ketika aku baru terlelap, ada yang menghampiriku dan aku mengiranya hanya mahasiswa lain ternyata satpam. Kemudia ia bertanya "Disini, kamu ngapain?". Aku langsung bangkit dan mengacuhkan tidak menjawab pertanyaanya, lalu aku menyimpan al-quran di rak dan menanyakan " Apa itu?". Lalu aku menjawab kali ini" al-quran", dan pergi meninggalkan masjid lalu kembali ke kamar dan menuju kasur karena mereka belum kembali aku memejamkan mata aku merasa ingin buang air kecil dan melepas sarung. Entah kapan mereka kembali dan tiba-tiba aku terbangun dengan terkejut karena suara mereka dan musik yang mereka setel seperti diskotik gadungan. Aku merasa kesal dan melihat jam di telepon genggamku masih terlalu cepat untuk bangun, dan mereka masih seperti itu dan mengangguku karena mereka kira aku tertidur lagi. Pada akhirnya, ini momen yang membuatku tersenyum lepas di balik selimut ketika itu ada mahasiswa lain merasa terganggu dengan tingkah laku mereka karena seharusnya waktu itu dipakai untuk beristirahat. Orang tersebut mengeluhkan kalau jam segini dipakai untuk beristirahat dan ia sampai terbangun dari tidurnya apalagi aku berada di satu ruangan pasti lebih terganggu, tapi aku memilih untuk menahan dan bersabar. Dan teman sekamarku ini mengeluhlkan masalah kesopanan ketika masuk ruangan orang lain, padahal yang sebenarnya mereka berdua teman sekamarku itu. Karena mereka tidak menghargai orang lain dan tidak memikirkan orang lain mendapatkan hak yang sama. Lantas orang tersebut pergi keluar dan kembali ke kamarnya lagi dan mereka berdua berhenti.
Akhirnya mereka berhenti, kemudian kembali ke tempat istirahat mereka menyalahkan keadaan yang membuat mereka tidak nyaman. Padahal bagiku itu hal sederhana dan menguping obrolan mereka karena aku masih terbangun dan akhirnya aku tertidur kembali. Fajar pun tiba aku terbangun dan mematikan alarm yang berbunyi dan melihat lingkungan sekitar dan syukurnya tidak ada yang terbangun dan seperti biasa aku mencoba bangkit dari kasur dan melakukan aktivitas yang biasa aku lakukan di pagi hari.
cerita di atas hanya ingin membuktikan bahwa rasa sabar dan bertahan pada lingkungan buruk pun akan ada sesuatu yang menghentikan hal membuat kita tidak nyaman,
tetap semangat kawan-kawanku! dalam menghadapi apapun.
kalau ada request atau permintaan bisa langsung kontak pemilik blog ini.