Senin, 06 Agustus 2018

MEMULAI


MEMULAI
       Entah darimana aku mulai menyusun kembali dari rasa perih dan sakit pada masa lalu untuk menyusun yang baru. Aku mulai mencoba untuk menutup rapat yang membuatku ingin kembali masa lalu. Ternyata, itu kesalahan terbesar berarti aku terlalu membatasi diri dari masa lalu. Dan kumulai untuk sadar meskipun harus bersentuhan dengan masa lalu seharusnya merasa tidak ada batas antara aku dengan dia.Meskipun sulit dan sampai saat ini belum sepenuhnya aku jalani dan aku merasakan masih ada sedikit rasa rindu terhadap dirinya, mungkin rindu menjadi masalah terbesar dan terberat yang harus aku hadapi dalam waktu dekat ini lalu aku harus mencari penawar untuk mengatasi hal ini. Tidak ada seorang pun yang bisa menghilangkan rasa rindu pada sesuatu tapi setiap orang punya cara mengatasinya dengan mengisi waktu luang agar tidak terlalu mengingat rindu pada dirinya. Mencoba mengikhlaskan dan merelakannya untuk pergi dan tidak terlalu sering mengingat masa lalu mungkin solusi tapi tidak selamanya bisa selesai dengan mudah membutuhkan ketekunan dan keistiqamahan tapi dengan itu sangat mempermudah melakukan sebuah pekerjaan. Sekarang tinggal melatih kebisaan baik yaitu: istiqamah dan tekun dengan disiplin dan rutin.

       Aku memulai kebiasaan baik dari hal terkecil yang aku lakukan dengan ringan tanpa beban mengerjakan hal kecil dan baik. Disiplin sebuah kata yang dilakukan sulit karena butuh paksaan dan bentuknya memaksa, sedangkan rutin itu sebenernya lebih mudah hanya tinggal membangkitkan rasa kesadaran. Sebelum bisa melakukan itu harus memiliki niat dan tekad yang kuat, karena pasti ketika menjalaninya ada rasa lelah,jenuh,dan bosan. Dan satu hal yang aku persiapkan dari awal ketika malas melakukannya harus ada perencanaan untuk mengembalikan keadaan seperti semula.

      Memang semua hal yang direncakan itu baik tapi perlu keberanian untuk mencoba kalau sangat jauh dari perencanaan karena yang lebih dibutuhkan bukan sekedar kekuatan tapi ketahanan dalam menghadapi permasalahan. Karena masalah bukan dilewati tapi dihadapi, jangan takut karena tidak bisa melewati karena pasti ada solusi untuk menyelesaikannya. Mungkin setelah ini aku bisa melupakanmu dan memulai kehidupan baru tanpa melihat yang lalu karena sudah berlalu. Dan aku harap kamu seperti itu juga bisa melupakanku dengan kesibukanmu sendiri dan jangan pernah jadikan masa lalumu penghalang bagimu karena ada kenangan manis bersamaku. Mungkin kalau kita bisa bertemu di situasi yang tepat tanpa perlu rencana selalu ada cara mudah untuk berjumpa tidak perlu saling mengabari karena ada firasat yang memberi tanda agar bisa berjumpa satu sama lain. Meskipun rasa rindu telah hilang termakan waktu karena sudah lama bagiku untuk tidak menghubungimu karena aku takut kejadian seperti waktu itu bakal terulang kembali.

      Aku mengharapkan perjumpaan yang tak terlupakan hingga tua nanti, karena aku akan selalu mengingat kenangan dan yang membuatku untuk mempertahakanmu dan tidak membiarkanmu larut dalam kesedihan untuk kedua kalinya. Sekarang yang sedang kulakukan selain melakukan perbaikan sambil melupakan dirimu yang dulu,  adalah menunggu orang baru yang sebelumnya aku tidak pernah mengenalnya atau menunggu dirimu yang sudah berubah berbeda jauh dari yang dulu. Mungkin memaafkan kesalahanmu yang lalu itu mudah tapi kenangan buruk yang kamu tinggalkan membuatku trauma untuk menerimamu kembali seperti waktu itu, aku begitu menerimamu tanpa pandang bulu siapa dirimu yang kulihat hanyalah sosok sederhana yang selalu menemaniku dan mengisi hari-hariku. Kuakui kamu cantik, selain cantik kamu itu menarik dan aku hanya bisa salah satu dari seribu wanita yang aku idam-idamkan hanya satu yaitu: “kamu”. Aku masih ingat ketika itu, pertama kali melihatmu hatiku langsung berdetuk kencang pertanda aku jatuh cinta pada dirimu yang membuat sulit lupa momen itu.

     Setelah itu, di malam yang gelap menutupi senja aku mulai mencoba berkenalan denganmu di sebuah media sosial yang selalu dipakai banyak orang yang membuatku tertantang untuk mengenal lebih dulu, sebenernya aku dulu punya pengalaman buruk ketika berkenalan dengan seorang perempuan selalu diacuhkan dan dibiarkan begitu saja. Akhirnya, aku melupakan hal itu dan mencoba untuk berpikir positif beranggapan dia menerimaku apa adanya. Ternyata dugaanku benar, dia begitu hangat dan santun menerima orang yang baru berkenalan dengannya. Aku memulainya dengan menanyakan sebuah akun media sosial yaitu “INSTAGRAM”. Ternyata dia menuruti apa yang kupinta, dalam hati” yesss” ucapku.

    Lalu kami saling mengikuti di media sosial tersebut, dan melanjutkan perbincangan yang terus berlanjut hingga lupa waktu. Sebenarnya, aku baru kenal dengan dirimu tapi aku merasakan seperti sudah kenal dari dulu saking dekatnya kami di awal perbincangan satu sama lain. Yang membuatku terkejut adalah dia berani bercerita dirinya,kondisinya, dan keluarganya dengan kata lain yang dipakai pada saat ini yaitu “Curhat”. Hampir setiap hari ku dengar curhatanmu yang membuatku ingin mendengarnya tanpa henti, karena aku merasa dirimu butuh orang yang mendengarkan. Terkadang aku merasa bahagia meskipun aku hanya jadi tempat curhatmu dengan mudahnya aku begitu dipercaya tanpa ada rasa takut membongkarnya. Selain itu juga kamu mengikuti sebuah bimbingan pelajaran di sebuah daerah yang dekat dari rumahku, lalu aku mengikuti untuk bimbingan disana agar lebih dekat ketika pulang ke rumah dan ternyata niatku yang sebenarnya hanya bisa bersamanya dan lebih sering berjumpa. Kamu selalu menanyakanku soal yang menurutmu tidak bisa dikerjakan sendiri olehmu aku begitu bahagia bisa membantumu namun temanku yang satu kelas dan dia mulai memanasi aku dengan begitu jelas dan terang-terangan. Aku begitu malu dan mencoba untuk tidak peduli namun perasaan tidak bisa dibohongi lagi tidak seperti mulut dengan mudah berbohong. Setelah pulang dari sana seperti biasa aku melanjutkan obrolanku dengan dirimu yang begitu mengisi waktuku dan hari-hariku dan seperti biasa kamu menjawab dengan cepat ketika membalas pesanku.
    
    Seperti biasa kamu begitu hangat dan dekat bikin membuatku tidak ingin jauh darimu dan meninggalkanmu begitu saja. Hingga hampir larut malam kami melakukan obrolan dan terkadang di pagi hari kamu pun membalas pesanku, jujur itu yang membuat aku makin terbawa suasana untuk makin memperhatikan dan mempedulikanmu. Bahkan sampai masuk sekolah pun aku masih melanjutkannya dan seperti biasa selalu cepat menanggapi pesanku. Aku tidak berani mengirim pesan selain kamu karena aku percaya kalau kamu itu seorang perempuan yang berbeda dari perempuan yang kukenal dan masih begitu manis untuk berhubungan dengan seorang perempuan yang baru kukenal.
  
     Meskipun kamu menganggapku sebagai sahabatmu tapi aku tidak pernah menyesali posisiku saat itu, dan aku berpikir untuk mempertahankannya dan tidak membuat kamu kecewa ketika bersamaku.


learn from mistake and yourself

  Terkadang apa yang orang bilang harus yang kita rasa bisa bikin tidak nyaman, terutama memang kita membuat suatu kesalahan. Bisa jadi ka...