Kamis, 25 Oktober 2018

Tragedi Alarm di Pagi Hari Sekamar dengan Orang Turki

     Setiap malam aku selalu merasakan pengalaman baru dan tantangan yang membuatku untuk berjuang untuk melawan rasa malas diri sendiri dan lingkungan sekitar. Akhirnya pada tahun kedua di Turki akhirnya aku bisa sekamar dengan orang turki, dan tentu mendapatkan pengalaman dan belajar menghargai orang yang sebelumnya tidak dikenal sama sekali. Memang aku sudah mulai dibiasakan dengan bangun lebih pagi karena untuk membiasakan diri berbuat kebaikan dan bermanfaat, tapi mungkin bunyi alarm yang aku atur menganggu tidur mereka yang terlelap dan aku juga mencoba untuk tetap terbangun dari bunyi alarm tersebut. Pada malam itu ketika aku baru kembali dari kota dan langsung pergi ke tempat makan dan mengambil bagianku untuk mencicipi makanan yang disediakan. Setelah makan aku pergi ke kamar untuk beristirahat dan melepas penat, ketika baru tiba di kamar hal yang selalu kubenci yaitu menanyakan koneks internet pada saat itu. 


       Ketika di tempat makan pun dia telah menyalakan laptopku tanpa bisa menghargai dan menunggu pemiliknya karena ingin merasakan internet yang aku sambungkan dengan koneksi di asrama. Ketika itu aku melihat dia sedang mencoba mengatur koneksi di laptopku dan aku merasa sebal karena meminta secara paksa. Padahal setiap malam koneksi internet melemah tidak seperti pagi hari dan ketika aku tidak ada jadwal untuk pergi belajar dan mahasiswa lain pergi belajar. Aku langsung mencoba mengatur sambungan tersebut butuh waktu yang cukup lama dan akhirnya tersambung dengan berusaha keras demi memuaskan teman sekamarku ini. Sebenarnya aku sendiri ketika kembali ke kamar agar bisa beristirahat lalu memejamkan mata karena aktivitas yang cukup melelahkan, tapi ketika ingin mencoba untuk melakukan hal itu suara dan aktivitas mereka tidak mendukung untuk beristirahat. Aku mencoba memainkan laptopku dan membuka youtube , lalu memang tujuannya untuk menghibur diri dari tekanan lingkungan sekitar. Tiba-tiba internet koneksi menjadi terbatas dan temanku yang satu ini mungkin sedang asyik menggunakan dan pergi ke arahku dan mengeluhkan koneksi tersebut dengan muka tanpa rasa malu dan merasa kalau itu miliknya. Dan dia mempermaslahkan masalah alarm yang aku atur kemudian aku mengganti pengaturan tersebeut karena bunyi alarmnya sangat sering berbunyi.


        Aku mengalah untuk tidak bermain internet dan membiarkan dia sesuka hati menggunakannya. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu dan ketika itu mereka pergi keluar dan aku putuskan untuk pergi ke masjid untuk menghindari mereka dan aku simpan laptopku diatas lemari agar tidak terlihat dan berhenti menggunakannya. Setiba di masjid mendirikan sholat sunnah dua rakaat lalu tertidur dengan pulas, baru sebentar memejamkan mata memang ketika pergi menuju masjid alarm pada aktivitas api berbunyi dan satpam mengontrol ke kamar-kamar mahasiswa. Dan sialnya ketika aku baru terlelap, ada yang menghampiriku dan aku mengiranya hanya mahasiswa lain ternyata satpam. Kemudia ia bertanya "Disini, kamu ngapain?". Aku langsung bangkit dan mengacuhkan tidak menjawab pertanyaanya, lalu aku menyimpan al-quran di rak dan menanyakan " Apa itu?". Lalu aku menjawab kali ini" al-quran", dan pergi meninggalkan masjid lalu kembali ke kamar dan menuju kasur karena mereka belum kembali aku memejamkan mata aku merasa ingin buang air kecil dan melepas sarung. Entah kapan mereka kembali dan tiba-tiba aku terbangun dengan terkejut karena suara mereka dan musik yang mereka setel seperti diskotik gadungan. Aku merasa kesal dan melihat jam di telepon genggamku masih terlalu cepat untuk bangun, dan mereka masih seperti itu dan mengangguku karena mereka kira aku tertidur lagi. Pada akhirnya, ini momen yang membuatku tersenyum lepas di balik selimut ketika itu ada mahasiswa lain merasa terganggu dengan tingkah laku mereka karena seharusnya waktu itu dipakai untuk beristirahat. Orang tersebut mengeluhkan kalau jam segini dipakai untuk beristirahat dan ia sampai terbangun dari tidurnya apalagi aku berada di satu ruangan pasti lebih terganggu, tapi aku memilih untuk menahan dan bersabar. Dan teman sekamarku ini mengeluhlkan masalah kesopanan ketika masuk ruangan orang lain, padahal yang sebenarnya mereka berdua teman sekamarku itu. Karena mereka tidak menghargai orang lain dan tidak memikirkan orang lain mendapatkan hak yang sama. Lantas orang tersebut pergi keluar dan kembali ke kamarnya lagi dan mereka berdua berhenti.


         Akhirnya mereka berhenti, kemudian kembali ke tempat istirahat mereka menyalahkan keadaan yang membuat mereka tidak nyaman. Padahal bagiku itu hal sederhana dan menguping obrolan mereka karena aku masih terbangun dan akhirnya aku tertidur kembali. Fajar pun tiba aku terbangun dan mematikan alarm yang berbunyi dan melihat lingkungan sekitar dan syukurnya tidak ada yang terbangun dan seperti biasa aku mencoba bangkit dari kasur dan melakukan aktivitas yang biasa aku lakukan di pagi hari.




 cerita di atas hanya ingin membuktikan bahwa rasa sabar dan bertahan pada lingkungan buruk pun akan ada sesuatu yang menghentikan hal membuat kita tidak nyaman,

tetap semangat kawan-kawanku! dalam menghadapi apapun.


kalau ada request atau permintaan bisa langsung kontak pemilik blog ini.

Senin, 06 Agustus 2018

MEMULAI


MEMULAI
       Entah darimana aku mulai menyusun kembali dari rasa perih dan sakit pada masa lalu untuk menyusun yang baru. Aku mulai mencoba untuk menutup rapat yang membuatku ingin kembali masa lalu. Ternyata, itu kesalahan terbesar berarti aku terlalu membatasi diri dari masa lalu. Dan kumulai untuk sadar meskipun harus bersentuhan dengan masa lalu seharusnya merasa tidak ada batas antara aku dengan dia.Meskipun sulit dan sampai saat ini belum sepenuhnya aku jalani dan aku merasakan masih ada sedikit rasa rindu terhadap dirinya, mungkin rindu menjadi masalah terbesar dan terberat yang harus aku hadapi dalam waktu dekat ini lalu aku harus mencari penawar untuk mengatasi hal ini. Tidak ada seorang pun yang bisa menghilangkan rasa rindu pada sesuatu tapi setiap orang punya cara mengatasinya dengan mengisi waktu luang agar tidak terlalu mengingat rindu pada dirinya. Mencoba mengikhlaskan dan merelakannya untuk pergi dan tidak terlalu sering mengingat masa lalu mungkin solusi tapi tidak selamanya bisa selesai dengan mudah membutuhkan ketekunan dan keistiqamahan tapi dengan itu sangat mempermudah melakukan sebuah pekerjaan. Sekarang tinggal melatih kebisaan baik yaitu: istiqamah dan tekun dengan disiplin dan rutin.

       Aku memulai kebiasaan baik dari hal terkecil yang aku lakukan dengan ringan tanpa beban mengerjakan hal kecil dan baik. Disiplin sebuah kata yang dilakukan sulit karena butuh paksaan dan bentuknya memaksa, sedangkan rutin itu sebenernya lebih mudah hanya tinggal membangkitkan rasa kesadaran. Sebelum bisa melakukan itu harus memiliki niat dan tekad yang kuat, karena pasti ketika menjalaninya ada rasa lelah,jenuh,dan bosan. Dan satu hal yang aku persiapkan dari awal ketika malas melakukannya harus ada perencanaan untuk mengembalikan keadaan seperti semula.

      Memang semua hal yang direncakan itu baik tapi perlu keberanian untuk mencoba kalau sangat jauh dari perencanaan karena yang lebih dibutuhkan bukan sekedar kekuatan tapi ketahanan dalam menghadapi permasalahan. Karena masalah bukan dilewati tapi dihadapi, jangan takut karena tidak bisa melewati karena pasti ada solusi untuk menyelesaikannya. Mungkin setelah ini aku bisa melupakanmu dan memulai kehidupan baru tanpa melihat yang lalu karena sudah berlalu. Dan aku harap kamu seperti itu juga bisa melupakanku dengan kesibukanmu sendiri dan jangan pernah jadikan masa lalumu penghalang bagimu karena ada kenangan manis bersamaku. Mungkin kalau kita bisa bertemu di situasi yang tepat tanpa perlu rencana selalu ada cara mudah untuk berjumpa tidak perlu saling mengabari karena ada firasat yang memberi tanda agar bisa berjumpa satu sama lain. Meskipun rasa rindu telah hilang termakan waktu karena sudah lama bagiku untuk tidak menghubungimu karena aku takut kejadian seperti waktu itu bakal terulang kembali.

      Aku mengharapkan perjumpaan yang tak terlupakan hingga tua nanti, karena aku akan selalu mengingat kenangan dan yang membuatku untuk mempertahakanmu dan tidak membiarkanmu larut dalam kesedihan untuk kedua kalinya. Sekarang yang sedang kulakukan selain melakukan perbaikan sambil melupakan dirimu yang dulu,  adalah menunggu orang baru yang sebelumnya aku tidak pernah mengenalnya atau menunggu dirimu yang sudah berubah berbeda jauh dari yang dulu. Mungkin memaafkan kesalahanmu yang lalu itu mudah tapi kenangan buruk yang kamu tinggalkan membuatku trauma untuk menerimamu kembali seperti waktu itu, aku begitu menerimamu tanpa pandang bulu siapa dirimu yang kulihat hanyalah sosok sederhana yang selalu menemaniku dan mengisi hari-hariku. Kuakui kamu cantik, selain cantik kamu itu menarik dan aku hanya bisa salah satu dari seribu wanita yang aku idam-idamkan hanya satu yaitu: “kamu”. Aku masih ingat ketika itu, pertama kali melihatmu hatiku langsung berdetuk kencang pertanda aku jatuh cinta pada dirimu yang membuat sulit lupa momen itu.

     Setelah itu, di malam yang gelap menutupi senja aku mulai mencoba berkenalan denganmu di sebuah media sosial yang selalu dipakai banyak orang yang membuatku tertantang untuk mengenal lebih dulu, sebenernya aku dulu punya pengalaman buruk ketika berkenalan dengan seorang perempuan selalu diacuhkan dan dibiarkan begitu saja. Akhirnya, aku melupakan hal itu dan mencoba untuk berpikir positif beranggapan dia menerimaku apa adanya. Ternyata dugaanku benar, dia begitu hangat dan santun menerima orang yang baru berkenalan dengannya. Aku memulainya dengan menanyakan sebuah akun media sosial yaitu “INSTAGRAM”. Ternyata dia menuruti apa yang kupinta, dalam hati” yesss” ucapku.

    Lalu kami saling mengikuti di media sosial tersebut, dan melanjutkan perbincangan yang terus berlanjut hingga lupa waktu. Sebenarnya, aku baru kenal dengan dirimu tapi aku merasakan seperti sudah kenal dari dulu saking dekatnya kami di awal perbincangan satu sama lain. Yang membuatku terkejut adalah dia berani bercerita dirinya,kondisinya, dan keluarganya dengan kata lain yang dipakai pada saat ini yaitu “Curhat”. Hampir setiap hari ku dengar curhatanmu yang membuatku ingin mendengarnya tanpa henti, karena aku merasa dirimu butuh orang yang mendengarkan. Terkadang aku merasa bahagia meskipun aku hanya jadi tempat curhatmu dengan mudahnya aku begitu dipercaya tanpa ada rasa takut membongkarnya. Selain itu juga kamu mengikuti sebuah bimbingan pelajaran di sebuah daerah yang dekat dari rumahku, lalu aku mengikuti untuk bimbingan disana agar lebih dekat ketika pulang ke rumah dan ternyata niatku yang sebenarnya hanya bisa bersamanya dan lebih sering berjumpa. Kamu selalu menanyakanku soal yang menurutmu tidak bisa dikerjakan sendiri olehmu aku begitu bahagia bisa membantumu namun temanku yang satu kelas dan dia mulai memanasi aku dengan begitu jelas dan terang-terangan. Aku begitu malu dan mencoba untuk tidak peduli namun perasaan tidak bisa dibohongi lagi tidak seperti mulut dengan mudah berbohong. Setelah pulang dari sana seperti biasa aku melanjutkan obrolanku dengan dirimu yang begitu mengisi waktuku dan hari-hariku dan seperti biasa kamu menjawab dengan cepat ketika membalas pesanku.
    
    Seperti biasa kamu begitu hangat dan dekat bikin membuatku tidak ingin jauh darimu dan meninggalkanmu begitu saja. Hingga hampir larut malam kami melakukan obrolan dan terkadang di pagi hari kamu pun membalas pesanku, jujur itu yang membuat aku makin terbawa suasana untuk makin memperhatikan dan mempedulikanmu. Bahkan sampai masuk sekolah pun aku masih melanjutkannya dan seperti biasa selalu cepat menanggapi pesanku. Aku tidak berani mengirim pesan selain kamu karena aku percaya kalau kamu itu seorang perempuan yang berbeda dari perempuan yang kukenal dan masih begitu manis untuk berhubungan dengan seorang perempuan yang baru kukenal.
  
     Meskipun kamu menganggapku sebagai sahabatmu tapi aku tidak pernah menyesali posisiku saat itu, dan aku berpikir untuk mempertahankannya dan tidak membuat kamu kecewa ketika bersamaku.


learn from mistake and yourself

  Terkadang apa yang orang bilang harus yang kita rasa bisa bikin tidak nyaman, terutama memang kita membuat suatu kesalahan. Bisa jadi ka...